Selasa, 13 Oktober 2015

"Tips Memotivasi Diri" dari Ippho Santosa


Assalamu’alaikum wr wb
Postingan kali ini saya mau membahas video acara Pintu Rezeki. Acara kali ini dibawakan oleh mas Ippho Santosa, pengarang buku bestseller 7 Keajaiban Rezeki. Topik yang dibahas oleh mas Ippho di video ini mengenai “Motivasi Diri”. Dalam videonya, mas Ippho mengatakan bahwa jika kita melakukan tips-tips yang diberikan oleh beliau, maka Insya Allah, diri kita ini akan selalu termotivasi tanpa perlu bantuan para motivator, trainer, ustadz dan faktor luar lainnya. Total ada 5 tips yang bisa kita terapkan sehari-hari.
Berikut saya coba summary-kan tips dari beliau

1. Ubah gaya pakaian


Misalnya yang tadinya suka menggunakan pakaian yang gelap coba diganti jadi warna yang terang menyala. Atau yang suka pakai kaos coba sesekali ganti pakai kemeja. Oh ya, faktor warna ternyata juga bisa mempengaruhi semangat juang. Biasanya kalau lihat warna menyala seperti merah atau orange jadi lebih semangat.

2. Ubah gaya rambut

Misalnya yang tadinya belah pinggir kanan coba diganti jadi belah pinggir kiri. Yang biasanya botak coba dipanjangin. Yang tadinya klimis coba dibuat jadi mohawk. Hehe.

3. Mempercepat langkah kaki

Saat berjalan, coba langkah kaki kita dipercepat layaknya kita bergegas. Ternyata hal ini bisa mempengaruhi semangat kita juga. Mudah2an kita bisa juga meniru cara Rasulullah berjalan
“Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam orangnya berpostur sedang, tidak tinggi ataupun pendek, fisiknya bagus. Warna kulitnya kecoklatan. Rambutnya tidak keriting, juga  tidak lurus. Apabila berjalan, beliau berjalan dengan tegak (Hadist Shahih  asy-syamail no 2)

4. STOP mendengar lagu2 cengeng

Kebiasaan buruk orang Indonesia adalah suka mendengar lagu2 cengeng atau melow. Mendengar lagu cengeng ternyata bisa membuat produksi hormon serotonin berkurang. Hormon serotonin adalah hormon yang berfungsi mengontrol mood atau suasana hati. Kalau hormon ini berkurang maka bisa menyebabkan rasa cemas, tertekan, fobia, pesimistis, gelisah, tidak percaya diri, mudah marah, murung, dsb (sumber: detikHealth). Oleh karena itu, ada baiknya kita mengganti lagu2 tersebut dengan lagu lain yang beat-nya cepat dan liriknya positif misalnya seperti lagunya I believe I can Fly.

5. STOP menonton tayangan2 kriminal

Tayangan negatif adalah rajanya berita di Indonesia. BAD news is GOOD news. Makanya saya termasuk jarang nonton tv. Isinya pasti berita kriminal, huru hara, demonstrasi, dan hal2 ga penting lainnya untuk diberitakan. Sama seperti mendengar lagu cengeng tadi, aktivitas ini bisa menyebabkan produksi hormon serotonin berkurang. Ada baiknya kita ganti dengan menonton tayangan yang lebih positif seperti Kick Andy dan Mario Teguh Golden Ways. :)

Sumber: http://blog.budiirawan.com/5-tips-untuk-memotivasi-diri-by-ippho-santosa/

Pertanian Masa Depan


  • Pertanian Saat Ini
                  Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional khususnya daerah-daerah. Sektor ini merupakan sektor yang tidak mendapatkan perhatian secara serius dari pemerintah dalam pembangunan bangsa. Mulai dari proteksi, kredit hingga kebijakan lain tidak satu pun yang menguntungkan bagi sektor ini.

                 Program-program pembangunan pertanian yang tidak terarah tujuannya bahkan semakin menjerumuskan sektor ini pada kehancuran. Meski demikian sektor ini merupakan sektor yang sangat banyak menampung luapan tenaga kerja dan sebagian besar penduduk kita tergantung padanya. Perjalanan pembangunan pertanian Indonesia hingga saat ini masih belum dapat menunjukkan hasil yang maksimal jika dilihat dari tingkat kesejahteraan petani dan kontribusinya pada pendapatan nasional.
Pembangunan pertanian di Indonesia dianggap penting dari keseluruhan pembangunan nasional. Ada beberapa hal yang mendasari mengapa pembangunan lahan pertanian di Indonesia mempunyai peranan penting, antara lain: potensi Sumber Daya Alam yang besar dan beragam terhadap pendapatan nasional yang cukup besar. Besarnya terhadap ekspor nasional dibandingkan besarnya penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini.
                Perannya dalam penyediaan pangan masyarakat dan menjadi basis pertumbuhan di pedesaan. Potensi pertanian Indonesia yang besar namun pada kenyataannya sampai saat ini sebagian besar dari petani kita masih banyak yang termasuk golongan miskin dan tidak mampu. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah pada masa lalu bukan saja kurang memberdayakan petani tetapi juga terhadap sektor pertanian keseluruhan. Pembangunan pertanian pada masa lalu mempunyai beberapa kelemahan, yakni hanya terfokus pada usaha tani, lemahnya dukungan kebijakan makro, serta pendekatannya yang sentralistik.
Sumber : http://antoniclianto.kinja.com/kondisi-pertanian-indonesia-tahun-2015-1701689134


  • Pertanian Masa Depan

              Dunia pertanian modern adalah dunia mitos keberhasilan modernitas. Keberhasilan diukur dari berapa banyaknya hasil panen yang dihasilkan. Semakin banyak, semakin dianggap maju. Di Indonesia, penggunaan pupuk dan pestisida kimia merupakan bagian dari Revolusi Hijau, sebuah proyek ambisius Orde Baru untuk memacu hasil produksi pertanian dengan menggunakan teknologi modern, yang dimulai sejak tahun 1970-an.
              Gebrakan revolusi hijau di Indonesia memang terlihat pada dekade 1980-an. Saat itu, pemerintah mengkomando penanaman padi, pemaksaan pemakaian bibit impor, pupuk kimia, pestisida, dan lain-lainnya. Hasilnya, Indonesia sempat menikmati swasembada beras. Namun pada dekade 1990-an, petani mulai kelimpungan menghadapi serangan hama, kesuburan tanah merosot, ketergantungan pemakaian pupuk yang semakin meningkat dan pestisida tidak manjur lagi, dan harga gabah dikontrol pemerintah. Revolusi Hijau bahkan telah mengubah secara drastis hakekat petani. Dalam sejarah peradaban manusia, petani bekerja mengembangkan budaya tanam dengan memanfaatkan potensi alam untuk pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Petani merupakan komunitas mandiri.
Nenek moyang memanfaatkan pupuk hijau dan kandang untuk menjaga kesuburan tanah, membiakkan benih sendiri, menjaga keseimbangan alam hayati dengan larangan adat. Mereka mempunyai sistem organisasi sosial yang sangat menjaga keselarasan, seperti organisasi Subak di Bali dan Lumbung Desa di pedesaan Jawa.
               Dengan pertanian modern, petani justru tidak mandiri Padahal, FAO (lembaga pangan PBB), telah menegaskan Hak-Hak Petani (Farmer‘s Rights) sebagai penghargaan bagi petani atas sumbangan mereka. Hak-hak Petani merupakan pengakuan terhadap petani sebagai pelestari, pemulia, dan penyedia sumber genetik tanaman.
                Hak-hak petani dalam deklarasi tersebut mencakup: hak atas tanah, hak untuk memiliki, melestarikan dan mengembangkan sumber keragaman hayati, hak untuk memperoleh makanan yang aman, hak untuk mendapatkan keadilan harga dan dorongan untuk bertani secara berkelanjutan, hak memperoleh informasi yang benar, hak untuk melestarikan, memuliakan, mengembangkan, saling tukar-menukar dan menjual benih serta tanaman, serta hak untuk memperoleh benihnya kembali secara aman yang kini tersimpan pada bank-bank benih internasional (Wacana, edisi 18, Juli-Agustus 1999).
Apa yang dikembangkan oleh para ilmuwan telah membedakan mana yang maju dan terbelakang, modern dan tradisional, serta efisien dan tidak efisien. Sedangkan buktinya, sistem pertanian yang disebut sebagai yang terbelakang, tradisional dan tidak efisien itu ternyata lebih bersifat ekologis, tidak merusak alam.
Sumber : http://juvita.blog.com/pertanian-modern/


  • Pemasaran Pertanian Modern

            Sekarang kita bandingkan dengan kita memproduksi sebuah produk yang kita buat dengan bahan baku yang murah, dengan waktu yang singkat, dan tenaga yang sedikit, namun setelah produk tersebut jadi, dengan serta merta kemudian produk tersebut dipromosikan dengan baik, disebarluaskan informasi kegunaan dan harga serta keunggulan-keunggulannya, diluar dari produk itu bermutu atau tidak, saya yakin bahwa produk tersebut suka atau tidak suka tetap pernah dirasakan atau digunakan oleh khalayak yang menjadi objek promosi.
            Beberapa konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran suatu produsen ialah : konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, konsep pemasaran sosial, dan konsep pemasaran global.
Sumber :  https://www.facebook.com/permalink.php?id=128742157274731&story_fbid=168802793268667


Menghadapi MEA


  • Pengertian dan Karakteristik Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

         MEA adalah bentuk integrasi ekonomi ASEAN dalam artian adanya system perdagaang
an bebas antara Negara-negara asean. Indonesia dan sembilan negara anggota ASEAN lainnya telah menyepakati perjanjian Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC). 

                                  


              Pada KTT di Kuala Lumpur pada Desember 1997 Para Pemimpin ASEAN memutuskan untuk mengubah ASEAN menjadi kawasan yang stabil, makmur, dan sangat kompetitif dengan perkembangan ekonomi yang adil, dan mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial-ekonomi (ASEAN Vision 2020). 
              Pada KTT Bali pada bulan Oktober 2003, para pemimpin ASEAN menyatakan bahwa Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan menjadi tujuan dari integrasi ekonomi regional pada tahun 2020, ASEAN Security Community dan Komunitas Sosial-Budaya ASEAN dua pilar yang tidak terpisahkan dari Komunitas ASEAN. Semua pihak diharapkan untuk bekerja secara yang kuat dalam membangun Komunitas ASEAN pada tahun 2020.
Sumber : http://seputarpengertian.blogspot.co.id/2014/08/Pengertian-karakteristik-masyarakat-ekonomi-asean.html


  • Menghadapi Persaingan Bebas

        Amati pasar dan kenali pesaing Anda. Dalam menghadapi persaingan, terlebih dulu lihatlah potensi pasar yang ada. Serta cari tau siapa pesaing yang kompeten saat ini, sehingga Anda tidak salah langkah dalam menentukan strategi. Dengan mengetahui siapa pesaing Anda, secara tidak langsung menentukan bagaimana cara menghadapinya.

·         Ciptakan produk yang berbeda. Dengan menciptakan produk yang unik dan belum ada dipasaran, maka produk Anda memiliki nilai lebih dimata konsumen. Produk yang unik dan berbeda, memiliki ciri khas tertentu dan daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Sehingga mereka lebih mengenali produk Anda, dan memilih produk tersebut dibandingkan produk lainnya yang ada dipasaran.

·         Tonjolkan keunggulan produk Anda. Fokuskan diri untuk lebih menonjolkan keunggulan produk Anda, misalnya dengan cara mempertahankan kualitas produk atau pelayanan prima yang selama ini Anda tawarkan kepada konsumen. Sehingga loyalitas konsumen terhadap produk Anda, akan semakin meningkat.

·         Pelajari kelebihan dan kelemahan pesaing. Dengan cara ini Anda bisa mengetahui kelebihan apa yang dimiliki pesaing Anda, dan memanfaatkan kelemahan pesaing sebagai peluang untuk memenangkan persaingan pasar. Ciptakan produk yang tidak diciptakan pesaing Anda, atau berikan pelayanan yang tidak disediakan oleh pesaing Anda. Sebab dengan menawarkan apa yang tidak dimiliki pesaing, maka peluang Anda untuk memenangkan pasar semakin terbuka.

·         Menawarkan harga yang bersaing. Memberikan harga yang bersaing, bukan berarti Anda harus menurunkan harga dan memperbesar kerugian usaha Anda. Strategi ini bisa Anda lakukan dengan cara, memberikan bonus untuk pembelian tertentu. Misalnya bila pesaing Anda menjual produk dengan harga yang lebih murah, maka untuk menghadapinya Anda bisa menawarkan bonus “beli 2 gratis 1”. Jadi harga produk Anda masih bisa bersaing, tanpa harus menurunkan harga dengan drastis.

·         Buatlah event untuk mempromosikan produk Anda. Cara ini masih sering digunakan para pelaku usaha, karena minat konsumen untuk berburu barang-barang diskon masih sangat tinggi. Lihat saja event diskon besar-besaran sepatu dan sandal merek crocs, yang tahun 2010 ini berhasil membuat salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta penuh antrian konsumen.
     
Sumber  : http://www.tribunmanado.co.id/photo/2010/11/0d756f0b98435b6b8288d79c5f1f5a31.jpg dan http://media.vivanews.com/thumbs2/2008/12/09/60646_ilustrasi_ekspansi_pasar_teknologi_300_225.j


  •  Menyambut Pasar Bebas Asean

             Di era keterbukaan atau lebih dikenal dengan era globalisasi ini, Indonesia mempunyai posisi strategis dalam percaturan dunia, baik politik, ekonomi, budaya, teknologi, komunikasi dan bidang kehidupan lainnya. Hal ini mengingat posisi geopolitik Indonesia yang sangat strategis untuk hadir pada era globalisasi.
             Berbagai kepentingan antar negara turut mewarnai dinamika penyepakatan aturan main dalam bidang politik, ekonomi, sosial-budaya, pendidikan, dan lain sebagainya. Salah satu contoh penyepakatan ini adalah ASEAN Free Trade Area yang dikenal dengan AFTA 2015 sebagai kelanjutan dari ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area) yang telah lebih dahulu diberlakukan, sejak 1 Januari 2010 yang lalu. Penyepakatan yang akhirnya menuntut kesiapan bangsa kita memanfaatkan kekayaannya dan modal regulasi serta kebijakan yang berpihak kepada rakyat sehingga produk-produk domestik mampu bersaing dan mampu menerobos pasar di negara lain selayak produk negara lain di negeri kita.
              Dengan adanya kebijakan tersebut perdagangan bebas ASEAN (AFTA), dimana tidak ada hambatan tarif (bea masuk 0-5%) maupun hambatan non-tarif bagi negara-negara anggota ASEAN, iklim bisnis di Indonesia pasti akan sangat terbuka.Permasalahannya adalah bagaimana kesiapan bangsa kita menghadapi AFTA? Kesiapan secara regulasi maupun kesiapan sektor riil mengacu pada indikasi peningkatan kualitas dan kuantitas produksi untuk bersaing.
               Ritme politik nasional yang relatif mengarah kepada ketenangan pasca pesta demokrasi yang memanaskan suhu politik merupakan saat yang tepat untuk mengawal dan mendampingi geliat perekonomian rakyat untuk menghadapi persaingan ekonomi global yang semakin mendesak, akhir tahun 2015 yang aromanya sudah mulai tercium belakangan ini.
                Berjalannya peran dan fungsi beberapa lembaga negara dan pemerintahan diharapkan akan mampu menyambut ini dengan positif dan Ketahanan Nasional bangsa Indonesia dalam bidang ekonomi menjadi taruhannya. Eksekutif dan legislatif harus memahami tantangan ini dalam perspektif Ketahanan Nasional, bukan hanya sekadar persaingan perdagangan semata. 
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/11/11/59839/menyambut-pasar-bebas-asean-2015/#ixzz3oQ400FPi



.