- Pertanian Saat Ini
Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis dalam
struktur pembangunan perekonomian nasional khususnya daerah-daerah. Sektor ini
merupakan sektor yang tidak mendapatkan perhatian secara serius dari pemerintah
dalam pembangunan bangsa. Mulai dari proteksi, kredit hingga kebijakan lain
tidak satu pun yang menguntungkan bagi sektor ini.
Program-program pembangunan pertanian yang tidak terarah tujuannya bahkan
semakin menjerumuskan sektor ini pada kehancuran. Meski demikian sektor ini
merupakan sektor yang sangat banyak menampung luapan tenaga kerja dan sebagian
besar penduduk kita tergantung padanya. Perjalanan pembangunan pertanian
Indonesia hingga saat ini masih belum dapat menunjukkan hasil yang maksimal
jika dilihat dari tingkat kesejahteraan petani dan kontribusinya pada
pendapatan nasional.
Pembangunan
pertanian di Indonesia dianggap penting dari keseluruhan pembangunan nasional.
Ada beberapa hal yang mendasari mengapa pembangunan lahan pertanian di
Indonesia mempunyai peranan penting, antara lain: potensi Sumber Daya Alam yang
besar dan beragam terhadap pendapatan nasional yang cukup besar. Besarnya
terhadap ekspor nasional dibandingkan besarnya penduduk Indonesia yang
menggantungkan hidupnya pada sektor ini.
Perannya dalam penyediaan pangan masyarakat dan menjadi basis pertumbuhan di
pedesaan. Potensi pertanian Indonesia yang besar namun pada kenyataannya sampai
saat ini sebagian besar dari petani kita masih banyak yang termasuk golongan
miskin dan tidak mampu. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah pada masa lalu
bukan saja kurang memberdayakan petani tetapi juga terhadap sektor pertanian
keseluruhan. Pembangunan pertanian pada masa lalu mempunyai beberapa kelemahan,
yakni hanya terfokus pada usaha tani, lemahnya dukungan kebijakan makro, serta
pendekatannya yang sentralistik.
Sumber :
http://antoniclianto.kinja.com/kondisi-pertanian-indonesia-tahun-2015-1701689134
- Pertanian Masa Depan
Dunia pertanian modern adalah dunia mitos keberhasilan modernitas. Keberhasilan
diukur dari berapa banyaknya hasil panen yang dihasilkan. Semakin banyak,
semakin dianggap maju. Di Indonesia, penggunaan pupuk dan pestisida kimia
merupakan bagian dari Revolusi Hijau, sebuah proyek ambisius Orde Baru untuk
memacu hasil produksi pertanian dengan menggunakan teknologi modern, yang
dimulai sejak tahun 1970-an.
Gebrakan revolusi hijau di Indonesia memang terlihat pada dekade 1980-an. Saat
itu, pemerintah mengkomando penanaman padi, pemaksaan pemakaian bibit impor,
pupuk kimia, pestisida, dan lain-lainnya. Hasilnya, Indonesia sempat menikmati
swasembada beras. Namun pada dekade 1990-an, petani mulai kelimpungan
menghadapi serangan hama, kesuburan tanah merosot, ketergantungan pemakaian
pupuk yang semakin meningkat dan pestisida tidak manjur lagi, dan harga gabah
dikontrol pemerintah. Revolusi Hijau bahkan telah mengubah secara drastis
hakekat petani. Dalam sejarah peradaban manusia, petani bekerja mengembangkan
budaya tanam dengan memanfaatkan potensi alam untuk pemenuhan kebutuhan hidup
manusia. Petani merupakan komunitas mandiri.
Nenek moyang
memanfaatkan pupuk hijau dan kandang untuk menjaga kesuburan tanah, membiakkan
benih sendiri, menjaga keseimbangan alam hayati dengan larangan adat. Mereka
mempunyai sistem organisasi sosial yang sangat menjaga keselarasan, seperti
organisasi Subak di Bali dan Lumbung Desa di pedesaan Jawa.
Dengan pertanian modern, petani justru tidak mandiri Padahal, FAO (lembaga
pangan PBB), telah menegaskan Hak-Hak Petani (Farmer‘s Rights) sebagai
penghargaan bagi petani atas sumbangan mereka. Hak-hak Petani merupakan pengakuan
terhadap petani sebagai pelestari, pemulia, dan penyedia sumber genetik
tanaman.
Hak-hak petani dalam deklarasi tersebut mencakup: hak atas tanah, hak untuk
memiliki, melestarikan dan mengembangkan sumber keragaman hayati, hak untuk memperoleh
makanan yang aman, hak untuk mendapatkan keadilan harga dan dorongan untuk
bertani secara berkelanjutan, hak memperoleh informasi yang benar, hak untuk
melestarikan, memuliakan, mengembangkan, saling tukar-menukar dan menjual benih
serta tanaman, serta hak untuk memperoleh benihnya kembali secara aman yang
kini tersimpan pada bank-bank benih internasional (Wacana, edisi 18,
Juli-Agustus 1999).
Apa yang
dikembangkan oleh para ilmuwan telah membedakan mana yang maju dan terbelakang,
modern dan tradisional, serta efisien dan tidak efisien. Sedangkan buktinya,
sistem pertanian yang disebut sebagai yang terbelakang, tradisional dan tidak
efisien itu ternyata lebih bersifat ekologis, tidak merusak alam.
Sumber : http://juvita.blog.com/pertanian-modern/
- Pemasaran Pertanian Modern
Beberapa konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran suatu produsen ialah : konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, konsep pemasaran sosial, dan konsep pemasaran global.
Sumber : https://www.facebook.com/permalink.php?id=128742157274731&story_fbid=168802793268667

nambah ilmu gan
BalasHapusjogja panas gan
BalasHapusnambah wawasan
BalasHapusjooossss gannn
BalasHapus